Langsung ke konten utama

Postingan

Risalah Tiga Kakak Beradik (based on true story)

Dahulu kala hiduplah tiga kakak beradik, semuanya perempuan. Anak sulung hidup serba kecukupan, semua kemauannya terpenuhi. Ia mendapat kasih sayang, materi, dan pendidikan yang lebih dari cukup pada masanya. Ia hidup dalam kemudahan, seperti mobil sedan yang melewati jalan beraspal tanpa polisi tidur. Seperti kapal yang berlayar di lautan tenang tanpa ombak dan batu karang. Semuanya terasa berjalan baik-baik saja. Sedangkan anak tengah, ia hidup dengan sedikit berbeda. Semuanya masih tercukupi namun ia selalu merasa kurang. Ia diam-diam merampas banyak hal yang tidak ia miliki. Ia berpikir kebahagiaan harus didapatkan dengan tindakan. Ia senang sekali membodohi orang lain, ia kadang mencuri untuk mendapat kepuasan. Hidupnya seperti mobil gunung yang melewati jalan penuh kerikil. Semuanya dilindas tanpa ampun. Ia menikmati guncangan-guncangan kecil yang dihadapinya. Dan si bungsu, nasibnya jauh berbeda dengan dua kakaknya. Ia tidak mendapatkan kemudahan. Ia harus mengusahakan kebahagia
Postingan terbaru

Adam, Ara, dan Kura-kura (a short story by Annisa Rizkyta)

"Dam, kasih tahu aku gimana caranya ikhlas.." Adam dan Ara duduk di tempat biasa, di atap loteng rumah Ara. Angin sore itu terasa dingin, seperti paham apa yang sedang ditangisi Ara. "Ikhlas itu gak ada buku panduannya, Ra." "Lalu kenapa kepergian begitu menyakitkan kalau semua orang tahu mengikhlaskan itu susah." "Salahmu ra, salahku juga, salah semua manusia di bumi ini yang terlalu merasa memiliki. Kita ini egois, selalu diberi senang atas kehadiran orang-orang yang kita cintai, tapi menolak merasakan sedih atas ketiadaannya." Ara dan Adam terus berbalas kata, keduanya merasakan kepahitan yang sama, ditinggalkan, kehilangan. Sepuluh tahun ternyata tidak cukup membuat Ara lupa akan kenangan ibunya yang begitu lembut dan perhatian. Ia terlalu rindu dicintai setulus dulu, ia terlalu rindu dimanja sepuas dulu, ia terlalu rindu sosok ibunya. Bagi Ara, satu kakinya sudah lumpuh secara permanen bersama dengan kepergian sang ibu dan tida

DIALOG LINTAS AGAMA: KONSEP KETUHANAN (Annisa Rizkyta)

Dalam sebuah dialog agama, Eggi Sudjana sebagai salah satu pembicara mengangkat topik utama yakni keabsolutan Tuhan. Sebelum itu, ia memaparkan bahwa metodologi dialog harus ada standarnya. Apa itu yang dimaksud kebenaran, yang dibicarakan adalah hasil berpikir atau tidak, dan harus ilmiah. Adapun parameter yang diberikan adalah objektif, sistematis, dan toleran. Jadi tidak akan ada debat kusir. Juga ada dua hal mendasar yang disinggung, yaitu istilah-istilah yang digunakan dan metodologi sebagai pedang dalam berdialog. Agama itu seharusnya diyakini karena proses berpikir, bukan karena turunan dari orang tua. Konsep ketuhanan dan sistem ajaran untuk alam dan manusia harus bisa meyakinkan bahwa agama itu sendiri tidak bertentangan dengan akal. Jangan sampai terdoktrin oleh pikiran orang tua yang mungkin saja bisa keliru. Seperti halnya rakyat komunis, sebagian dari mereka ada yang beragama, itu menandakan bahwa mereka berpikir.  Islam menekankan iman, ilmu, dan amal. Jangan ikuti apa ya

DEMOKRASI DALAM KACAMATA TIGA AGAMA (Annisa Rizkyta)

Dewasa ini perpolitikan di dunia semakin kompleks dan general. Segala aspek kehidupan seperti ekonomi, sosial, budaya, bahkan religi selalu disangkut-pautkan dengan kepentingan politik. Kebijakan demi kebijakan dibuat oleh hukum nasional maupun internasional tidak terlepas dari politik. Terlebih kini, agama layaknya sarana untuk melancarkan strategi politik banyak orang untuk mencapai suatu tujuan dan kepentingan pribadi. Utamanya mengatasnamakan demokrasi dalam religi, membuat masyarakat kebingungan tentang apa sebenarnya nilai yang ingin disampaikan. Kedaulatan mutlak yang berada di tangan rakyat membuat kebebasan semakin tak terbatas. Inilah yang membuat masyarakat dunia terbelah menjadi dua kubu, yakni pro-demokrasi dan kontra demokrasi. Lalu bagaimana pandangan agama menyikapi sistem demokrasi yang kian berkembang dan meluas? Dalam tulisan ini, penulis akan mengemukakan pandangan tiga agama besar dunia yakni Islam, Kristen (Katolik dan Protestan), serta Yahudi terhadap keberadaan

IRAN VS IRAK: PERKARA NASIONALISME ATAU EGOISME? (Annisa Rizkyta)

Timur Tengah, saksi lahirnya tiga agama besar di dunia dan hingga kini masih tetap diagungkan umat Muslim, Nasrani, dan Yahudi di seluruh dunia. Dataran Mesopotamia yang memiliki kekayaan alam yang melimpah ruah, serta kesuburan tepian sungai-sungai besar yang memakmurkan. Kawasan yang tidak akan pernah hilang dari sejarah peradaban manusia, sebab di sini banyak negara menggantungkan diri dan saling berkonspirasi untuk meraih tahta tertinggi dan menguasai apa pun yang ada di dalamnya, termasuk penguasaan atas wilayah beserta sumber daya alamnya.  Pesona Tigris dan Furat yang diimpikan banyak bangsa seringkali memicu konflik hingga perang antar penguasa. Belum lagi hasrat menguasai jalannya perekonomian dan perdagangan internasional tidak bisa dibendung oleh masing-masing pimpinan. Tarik ulur perang-damai rupanya masih didasari kepentingan-kepentingan tiap negara untuk mencapai tujuan tertentu. Jangan heran jika ada pihak lain yang menunggangi, ikut cari untung dengan iming-iming menjad

MARSHALL PLAN: PONDASI KEBANGKITAN DUNIA (Annisa Rizkyta)

Perang Dunia II merupakan penyebab kerusakan terparah dalam sejarah hingga melumpuhkan Eropa. Dapat dibayangkan bagaimana sulitnya negara-negara terdampak agar bisa bangkit seperti sedia kala. Dalam situasi tersulit ini, lahirlah suatu kebijakan yang menarik banyak pihak keluar dari jurang kehancuran, yaitu European Recovery Program atau yang lebih sering disebut Marshall Plan. Bahkan program ini juga punya peran tersendiri dalam mengantarkan Indonesia menuju kemerdekaan. Juli 1944, negara-negara sekutu melakukan pertemuan di Bretton Woods, Amerika Serikat yang akan merubah peradaban dunia. Mereka berunding untuk mencari jalan keluar demi menyelamatkan kembali dunia pasca perang. Langkah pertama yang dilakukan adalah menjadikan dollar Amerika sebagai mata uang dunia, menggantikan emas yang nilainya tidak sama di tiap-tiap negara. Yang kedua adalah membentuk International Monetary Fund (IMF) untuk menjamin stabilitas keuangan global. Selanjutnya mendirikan organisasi IBRD (International

JALAN PEMBANGUNAN: MERUBAH PENDUDUK MENJADI SDM (Annisa Rizkyta)

Merujuk pada apa yang dikemukakan oleh Alexander (1994), pembangunan (development) adalah proses perubahan yang mencakup seluruh sistem sosial, seperti politik, ekonomi, infrastruktur, pertahanan, pendidikan dan teknologi, kelembagaan, dan budaya. Sejak diteorisasikan setelah Perang Dunia II, pembangunan sendiri sudah banyak dipelajari orang-orang terkait dengan keilmuan maupun untuk kepentingan praktis. Sebagai mahasiswa Hubungan Internasional, teori pembangunan menjadi salah satu mata kuliah yang diajarkan karena disangkut-pautkan dengan hubungan antar negara.  Diawali dengan pernyataan 'perubahan penduduk menjadi sumber daya manusia menunjukkan development'. Siapa yang disebut penduduk dan apa yang dimaksud sumber daya manusia? Penduduk diartikan sebagai sekelompok orang yang mendiami suatu wilayah. Sedangkan sumber daya manusia didefinisikan sebagai orang-orang yang dipekerjakan sebagai penggerak, pemikir dan perencana untuk mencapai tujuan suatu badan. Perbedaan arti antar